Dalam sambutannya, Iswar mengatakan dampak pendampingan mahasiswa telah dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Bahkan, sejumlah UMKM mengalami peningkatan permintaan hingga kewalahan memenuhi pesanan dari konsumen.
“Ini adalah sebuah peluang yang sangat besar bahwa ternyata permintaan masyarakat dari hasil karya nyata anak-anak mahasiswa membuat mereka kewalahan menerima order dari konsumen,” ujar Iswar.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendampingan mahasiswa telah berhasil meningkatkan daya saing UMKM.
Karena itu, ia berharap program serupa ke depan tidak hanya berfokus pada strategi pemasaran, tetapi juga membantu peningkatan kapasitas produksi agar pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Selain mendorong penguatan UMKM, Iswar juga mengaitkan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dengan strategi pembangunan kawasan aglomerasi Kota Semarang.












