Menindaklanjuti permintaan tersebut, panitia memperpanjang rangkaian Festival Kota Lama dengan menghadirkan sejumlah agenda tambahan.
Penutupan festival dijadwalkan berlangsung hampir bersamaan dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI.
Bagi Agustina, perpanjangan festival bukan sekadar soal menambah durasi kegiatan.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Kota Semarang kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah.
Ia menyebut Kota Lama sejak dahulu memiliki karakter sebagai ruang perjumpaan.
Perubahan kawasan terus mengikuti perkembangan zaman, tetapi fungsi sosialnya sebagai tempat bertemu, menikmati seni dan budaya, serta melakukan berbagai aktivitas tetap dipertahankan.
“Sejak dulu Kota Lama ini diciptakan memang untuk sebuah perjumpaan. Perubahan-perubahan yang terjadi hanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, tetapi keinginan, rasa, dan segala hal yang berhubungan dengan manusia di Kota Lama ini tidak berubah,” tuturnya.












