Festival Kota Lama pun menjadi salah satu ruang yang menghidupkan kembali semangat perjumpaan tersebut.
Masyarakat, komunitas, seniman, pelaku usaha hingga wisatawan dipertemukan melalui beragam kegiatan seni, budaya, kuliner, dan aktivitas komunitas.
Agustina juga menyinggung keterlibatan kelompok Wayang Orang yang sebelumnya memiliki rencana tampil di Rotterdam.
Meski rencana keberangkatan tersebut tidak memperoleh izin, kelompok tersebut tetap memilih menjalankan pertunjukan sesuai jadwal.
“Tidak karu-karuan perasaan saya. Tetapi yang membahagiakan adalah mereka dengan semangat gegap gembira tetap bermain sesuai dengan schedule,” katanya.
Menurut Agustina, sikap tersebut menjadi gambaran kuat mengenai rasa memiliki masyarakat terhadap seni dan kebudayaan Kota Semarang.
Semangat untuk tetap berkarya, meski menghadapi berbagai keterbatasan, menunjukkan adanya keterikatan masyarakat dengan budaya daerahnya.












