Pengusaha karangan bunga juga mengingatkan potensi dampak lanjutan jika kebijakan tersebut tidak dikaji ulang.
Mereka khawatir langkah serupa akan diikuti institusi lain tanpa mempertimbangkan konsekuensi sosial yang lebih luas.
“Jangan sampai kebijakan yang disebut demi lingkungan justru menimbulkan masalah baru, seperti meningkatnya pengangguran di sektor UMKM,” tambahnya.
Pengusaha karangan bunga berharap pihak kampus dapat membuka ruang dialog dan meninjau kembali kebijakan tersebut, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara aspek lingkungan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar.***












