Agama Harus Hadir Membela Alam dan Masyarakat
Kiai Budi menegaskan, persoalan lingkungan bukan semata-mata persoalan sosial, melainkan juga berkaitan erat dengan tanggung jawab keagamaan.
Menurutnya, agama tidak seharusnya hanya dipahami sebagai hubungan personal antara manusia dengan Tuhan. Lebih dari itu, nilai-nilai agama harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam, penderitaan masyarakat, dan keselamatan kehidupan bersama.
“Agama harus hadir dalam urusan-urusan kayak begini sebagai pengentasan dari duka lara, bukan sekadar soal masyarakatnya, tapi duka lara alam semesta,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberpihakan terhadap lingkungan bukan berarti menolak seluruh bentuk pembangunan maupun investasi.
Namun, setiap proyek harus dijalankan sesuai ketentuan hukum, memperhatikan daya dukung lingkungan, serta tidak mengorbankan keselamatan masyarakat.












