Ketua pelaksana, Wiku Dwi Aji Pramono, mengatakan kegiatan yang diikuti siswa kelas X Jurusan Usaha Layanan Pariwisata (ULP) tersebut mengusung tagline “Saling Rangkul, Bukan Saling Sikut: Wujudkan Ruang Aman Bersama.”
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, suportif, dan bebas dari perilaku diskriminasi maupun perundungan sosial,” ujarnya.
Dalam pemaparan materi, Praja Adi Dharma menjelaskan konsep safe space atau ruang aman sebagai lingkungan yang memungkinkan setiap individu merasa dihargai, didengarkan, dan diterima tanpa rasa takut terhadap stigma, penghakiman, maupun pengucilan sosial.
Menurutnya, ruang aman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang remaja, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi tempat interaksi sosial sehari-hari.












