Ditengah gempuran masyarakat yang sering berbelanja online, ia yakin pengalaman berbelanja secara langsung masih memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan belanja online. Konsumen dapat melihat, menyentuh, hingga mencoba produk sebelum membeli sehingga memberikan keyakinan lebih terhadap kualitas barang yang dipilih.
“Ketika membeli pakaian secara daring, misalnya, kita tidak bisa mencoba atau merasakan langsung bahannya. Interaksi dan pengalaman inilah yang membedakan pusat perbelanjaan dengan dunia e-commerce,” imbuhnya.
Meski lokapasar terus berkembang, Dian menilai pusat perbelanjaan tetap menjadi pilihan masyarakat karena mampu menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari rekreasi, kuliner, hingga interaksi sosial.
Selain menghadirkan destinasi gaya hidup modern, 23 Semarang Shopping Center juga dirancang sebagai platform pertumbuhan ekonomi lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan lebih dari 50 tenant UMKM dan merek lokal dari berbagai sektor usaha.












