“Pencak silat mengajarkan pentingnya mengendalikan diri sendiri. Pengembangan pencak silat tidak semestinya hanya diukur dari medali, melainkan dari pembentukan manusia yang berkarakter,” tegasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat membuka secara resmi Muktamar XVI Tapak Suci.
Pembukaan muktamar ditandai dengan penancapan senjata tradisional Segu. Prosesi tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya forum organisasi yang akan mengevaluasi perjalanan Tapak Suci sekaligus merumuskan arah pengembangan organisasi ke depan.
Haedar menekankan bahwa olahraga bela diri tidak boleh berhenti pada pembentukan kekuatan fisik. Kemampuan jasmani harus berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual dan akhlak.
“Fisik yang prima harus berjalan berdampingan dengan kekuatan spiritual. Perpaduan sempurna ini melahirkan generasi berjiwa kesatria yang berani membela kebenaran dan melindungi masyarakat,” ujarnya.












