Muktamar XVI Tapak Suci sendiri dikemas dengan nuansa yang memadukan nilai keagamaan, kebangsaan, olahraga, dan budaya.
Selain pembacaan ikrar serta laporan organisasi, peserta dan masyarakat juga disuguhi atraksi Pencak Budaya Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Bagi Agustina, perpaduan tersebut menjadi gambaran bahwa pencak silat memiliki ruang yang luas untuk berkembang, bukan hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya dan pendidikan karakter.
Ia berharap Muktamar XVI mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat pembinaan atlet, regenerasi pendekar, hingga peningkatan kualitas kompetisi pencak silat.
Menurut Agustina, pemerintah daerah memiliki peran untuk memastikan anak-anak muda memperoleh ruang yang cukup untuk menyalurkan energi dan potensinya melalui kegiatan positif.
“Tugas pemerintah bukan hanya membangun fasilitas. Pemerintah juga harus memastikan anak-anak muda punya ruang untuk berlatih, berkompetisi, berkarya, dan menemukan lingkungan yang membentuk mereka menjadi lebih baik,” jelasnya.












