Di sisi lain, kehadiran peserta muktamar dari berbagai daerah di Indonesia turut memberikan dampak bagi Kota Semarang.
Mobilitas peserta dan rangkaian kegiatan muktamar ikut menghidupkan aktivitas masyarakat, khususnya di sekitar lokasi acara.
Agustina berharap momentum tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Semarang sebagai kota yang terbuka terhadap berbagai kegiatan berskala nasional.
“Kami ingin Kota Semarang bukan hanya dikenal sebagai tempat berlangsungnya sebuah acara, tetapi sebagai kota yang mampu menjadi ruang bertemunya gagasan, prestasi, budaya, dan masyarakat,” pungkasnya.***












