Sejumlah penampilan turut memeriahkan kirab, di antaranya Drumband SD Islam Sultan Agung, Pasukan Merah Putih pelajar SMPN 38, Pasukan Bregodo, penari Dugder, Denok-Kenang, Manten Kaji, Ngesti Pandowo, Rebana Pondok Tahfidz Al-Qur’an Masjid Kauman, serta berbagai kelompok kesenian daerah.
Menariknya, Agustina juga turut menjadi bagian dari peragaan tradisi sebagai KRMAT Purbaningrum.
Ia didampingi unsur ulama Masjid Agung Kauman serta perwakilan budaya Arab, Jawa dan Tionghoa yang tergabung dalam ARWANA.
Bagi Agustina, kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran perjalanan panjang budaya Kota Semarang yang tumbuh dari pertemuan beragam latar belakang masyarakat.
Jejak budaya Jawa, Arab dan Tionghoa berkembang dan hidup berdampingan dalam kehidupan masyarakat kota.
Semangat tersebut salah satunya tergambar dalam simbol Warak Ngendog yang telah dikenal luas sebagai bagian dari tradisi Dugderan.












