“Tradisi ini menunjukkan bahwa Kota Semarang tumbuh dari keberagaman yang saling menghormati. Semangat kebersamaan dan keterbukaan inilah yang kami persembahkan untuk menyambut seluruh tamu MTQ Nasional,” jelasnya.
Membawa Pulang Cerita dari Semarang
Kirab dimulai dari halaman Alun-Alun Masjid Agung Kauman. Peserta kemudian melintasi Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan Imam Bonjol, berputar di kawasan titik nol Kota Lama Semarang, sebelum kembali ke kawasan Kauman.
Usai kirab, suasana semakin hangat ketika masyarakat dan para kafilah menikmati kue Ganjel Rel yang dibagikan dalam rangkaian acara.
Penampilan musik religi turut menghidupkan suasana kawasan Alun-Alun Masjid Agung Kauman.
Bagi para kafilah, pengalaman tersebut menjadi warna tersendiri selama berada di Kota Semarang.
Setelah menjalani agenda MTQ, mereka mendapat kesempatan untuk melihat lebih dekat tradisi, kesenian, kuliner dan keberagaman masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan kota.












