Dampak aksi tersebut juga dirasakan masyarakat. Salah seorang warga Salatiga, Suryanti, mengaku terkejut ketika mendatangi los daging di Pasar Raya dan mendapati seluruh lapak tutup.
“Saya tidak tahu kalau pedagang sedang tidak berjualan. Karena tidak ada daging sapi, akhirnya saya terpaksa mengganti menu masakan dengan bahan lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Bagus Arifianto, membenarkan bahwa aksi para pedagang membuat kawasan los daging di Pasar Raya tampak lengang.
Pihaknya menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga guna menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para pedagang.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan Dispangtan terkait keluhan dan aspirasi para pedagang, sehingga dapat dicari solusi yang tepat terhadap persoalan kelangkaan pasokan sapi dan kenaikan harga daging,” ujar Bagus.












