Perayaan HUT juga diramaikan berbagai kegiatan selama tiga hari, mulai dari bursa sanggar seni, pentas seni, bazar UMKM, workshop tari, hingga pameran arsip, foto, dan video yang menjadi ruang kolaborasi antara pelaku seni dan masyarakat.
Agustina mengatakan, setiap kota wisata harus memiliki ciri khas yang mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Menurutnya, Wayang Orang Ngesti Pandowo yang telah bertahan selama hampir sembilan dekade memiliki potensi besar untuk menjadi atraksi budaya unggulan Kota Semarang.
“Kalau melihat beberapa pusat pariwisata dunia, tentu harus ada sesuatu yang berbeda dari tiap destinasi. Kota Semarang punya wayang orang dan masyarakatnya gemar nonton wayang, maka sudah cocok kita akan membuat pertunjukan berkala,” ujar Agustina.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kesenian tradisional tersebut, Pemerintah Kota Semarang menyerahkan secara simbolis seperangkat busana wayang orang lengkap kepada Ngesti Pandowo.












