Menurut Iswar, Kota Semarang tumbuh dari keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan selama ratusan tahun.
Kondisi tersebut membentuk karakter Semarang sebagai kota yang terbuka, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
Ia mengatakan, Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee menjadi salah satu warisan budaya yang memperkaya keberagaman Kota Semarang.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjaga nilai-nilai spiritual dan tradisi leluhur, tetapi juga mempererat persaudaraan antarsesama.
“Kesenian yang ditampilkan malam ini menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang,” jelasnya.
“Seni dan budaya memiliki kekuatan membangun jembatan persaudaraan, mempererat silaturahmi, solidaritas sosial, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang kita cintai,” lanjutnya.












