Dinas Perhubungan berencana memasang rambu peringatan jalan licin dan pita kejut di sekitar lokasi agar pengendara lebih waspada.
Di sisi lain, pemerintah kota turut berkoordinasi dengan pihak PT Cipta untuk membenahi akses keluar-masuk kendaraan angkutan agar material tanah tidak kembali terbawa ke badan jalan.
DPU juga menyiapkan saluran sederhana guna mengurangi genangan air di kawasan tersebut.
“Kami meminta pihak PT Cipta melakukan perawatan akses keluar masuk kendaraan truk agar tidak lagi menimbulkan ceceran tanah di jalan utama. Selain itu juga dibuat saluran agar air yang menggenang dapat langsung mengalir ke drainase di sepanjang Jalan Arteri Yos Sudarso,” lanjut Siwi.
Ia menegaskan, pola kerja cepat dan kolaboratif menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam merespons aduan masyarakat.
“Hari Senin dilakukan koordinasi lintas OPD, dan hari Selasa langsung dilakukan eksekusi di lapangan. Ini bentuk keseriusan Pemkot Semarang dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.










