Menurutnya, pendidikan bela negara tidak hanya sebatas teori tentang cinta tanah air, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan tanggung jawab generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Sri Puryono juga memberikan apresiasi atas komitmen dan langkah progresif yang dilakukan SMA Kesatrian 1 Semarang dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.
Ia menilai, di tengah munculnya berbagai tantangan sosial dan menurunnya kepedulian terhadap nilai-nilai nasionalisme, pendidikan bela negara menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga marwah kebangsaan dan memperkuat ketahanan nasional dari tingkat pelajar.
“Saya mengapresiasi upaya yang dilakukan pihak SMA Kesatrian 1 yang luar biasa. Pendidikan dan pemahaman bela negara sangat diperlukan di saat terjadi keprihatinan terhadap marwah bela negara,” kata Sri Puryono.












