“Luas lahan sawah di Kota Semarang saat ini sekitar 2.000 hektare. Produksi beras yang dihasilkan baru mampu memenuhi sekitar 11 persen kebutuhan konsumsi masyarakat,” kata Agustina.
“Sementara itu, kebutuhan komoditas lain seperti daging dan ayam juga masih bergantung pada pasokan dari luar daerah,” imbuhnya.
Sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, Pemerintah Kota Semarang mengembangkan program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman).
Program tersebut diwujudkan melalui mobil pangan keliling yang mendistribusikan kebutuhan pokok ke berbagai wilayah hingga tingkat kelurahan.
Menurut Agustina, pelaksanaan program itu melibatkan kerja sama antara pemerintah dan para pedagang.
Kehadiran pasar pangan bergerak dinilai mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli warga.












