Menurut Iswar, kemajuan Kota Semarang saat ini tidak terlepas dari perjuangan para ulama terdahulu yang menyebarkan ajaran Islam sekaligus membangun kehidupan masyarakat melalui nilai-nilai kebaikan.
“Kita bisa berdiri di tengah kota dengan masyarakat yang makin baik hari ini, itu semua tidak lepas dari perjuangan dakwah yang beliau lakukan pada masa lampau. Warga Pandansari harus bangga karena di wilayah ini dimakamkan seorang tokoh besar,” kata Iswar.
“Tugas kita bersama adalah mengikuti jejak sekaligus meneladani perjuangan beliau,” imbuhnya.
Ia mengapresiasi masyarakat dan panitia yang secara swadaya terus menjaga serta merawat kawasan makam hingga akhirnya dapat diresmikan setelah melalui proses renovasi yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah menguri-uri makam beliau. Renovasi ini sudah kita komunikasikan sejak lama, bahkan sebelum masa pandemi. Komitmen masyarakat menjaga aset sejarah seperti ini patut kita dukung bersama,” jelasnya.












