Lebih lanjut, Iswar menilai Makam Kiai Jungke memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi di Kota Semarang.
Menurutnya, meningkatnya jumlah peziarah akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, mulai dari tumbuhnya usaha kuliner, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya.
“Semakin banyak peziarah yang datang, tentu akan semakin besar pula peluang ekonomi yang bisa dirasakan warga. Karena itu, situs-situs religi seperti ini harus kita rawat bersama agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi spiritual, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Semarang Tengah masih menyimpan banyak makam para ulama dan tokoh bersejarah yang perlu mendapat perhatian agar tidak hilang ditelan perkembangan kota.
“Semarang Tengah ini menyimpan banyak jejak sejarah para ulama. Saya mendengar masih ada makam-makam tua yang kondisinya belum terawat dengan baik. Mari kita jaga bersama agar warisan sejarah Kota Semarang tetap lestari dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang,” tegasnya.












