“Persoalan sampah sudah sangat mendesak. Kita tidak bisa terus menggunakan cara lama. Teknologi harus dipakai untuk mengurangi sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Agustina.
Dalam kesepakatan tersebut, teknologi pirolisis direncanakan diterapkan di sejumlah daerah prioritas, yakni Kota Semarang, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.
Keterlibatan TNI AD dalam program tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran turut mengambil peran dalam mencari solusi terhadap persoalan sampah yang telah menjadi tantangan nasional.
Bagi Pemerintah Kota Semarang, status sebagai salah satu lokasi pilot project nasional tersebut harus dibarengi dengan hasil yang dapat diukur.
Agustina menegaskan, keberhasilan penerapan teknologi tidak cukup hanya dilihat dari kecanggihan peralatan, tetapi juga dari dampaknya terhadap pengurangan sampah dan manfaat yang diterima masyarakat.












