“Kalau Kota Semarang dipercaya menjadi bagian dari pilot project nasional, maka ukurannya adalah berapa banyak sampah yang bisa dikurangi, seberapa aman teknologinya, dan sebesar apa manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Bukan Sekadar Mengandalkan Teknologi
Agustina menekankan, penerapan teknologi pirolisis tidak berarti mengesampingkan upaya pengelolaan sampah dari tingkat hulu. Sebaliknya, teknologi tersebut akan ditempatkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Pemkot Semarang tetap mendorong pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Program Semarang Bersih dan gerakan Semarang Wegah Nyampah menjadi bagian dari upaya mengubah perilaku masyarakat agar semakin sadar terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Sementara itu, teknologi pengolahan sampah akan diarahkan untuk menangani residu yang tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan konvensional.












