“Di zaman ketika kita bisa menghubungi siapa pun dalam hitungan detik, justru jangan sampai kita kehilangan kedekatan dengan orang-orang yang paling kita cintai. Kehadiran dan perhatian sering kali menjadi hadiah terbesar bagi orang tua,” katanya.
Acara nobar tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas sosial, serta para pemeran film.
Kehadiran para pemain utama semakin menambah suasana emosional yang terasa sepanjang pemutaran film.
Salah satu pemeran film, Reval Hady, berharap karya tersebut dapat memberikan pesan mendalam kepada masyarakat dan tidak berhenti sebagai tontonan semata.
“Film ini adalah pengingat tentang perjuangan ibu yang sering kita lupakan. Semoga pesan yang dibawa bisa sampai ke hati setiap orang yang menontonnya,” ungkapnya.
Selain membawa pesan kemanusiaan yang kuat, kegiatan tersebut juga menunjukkan perkembangan Kota Semarang sebagai ruang yang semakin terbuka bagi pertumbuhan industri kreatif dan perfilman nasional.












