Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu menyebutkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menargetkan penyelesaian 2.500 unit RTLH sepanjang tahun ini.
“Prioritas utama di tahun ini, kami menargetkan penyelesaian 2.500 unit RTLH untuk kita bereskan bersama. Pemerintah Kota Semarang mengalokasikan 1.500 unit, dan kami mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat sebanyak 1.000 unit, serta stimulan dari pemerintah provinsi,” ujar Agustina.
Menurutnya, apabila kebutuhan di lapangan masih melebihi kuota yang tersedia, Pemkot Semarang akan menggandeng dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih banyak rumah warga yang dapat diperbaiki.
Selain memperhatikan kondisi tempat tinggal masyarakat, Agustina juga memberikan perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan warga.
Saat meninjau lingkungan permukiman, ia menerima laporan adanya warga yang mengalami stroke dan membutuhkan penanganan segera.












