Menindaklanjuti temuan tersebut, ia langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pengecekan dan menyusun langkah perbaikan, mulai dari normalisasi saluran hingga penggantian pintu air dengan dimensi yang lebih besar.
“Ada kendala saluran yang menyempit dari sungai ke pintu menuju sawah, dimensinya agak kecil sehingga memicu limpasan ke permukiman,” ungkapnya.
“Saya sudah meminta Dinas PU untuk mengecek dan memperlebar saluran tersebut. Pola penanganannya adalah dengan mengganti pintu air yang lama dengan dimensi yang jauh lebih besar agar pengairan sawah lancar tanpa merendam rumah warga,” tambahnya.
Bagi Agustina, kunjungan langsung ke tengah masyarakat menjadi cara efektif untuk memahami persoalan yang dihadapi warga secara nyata.
Melalui dialog terbuka, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus mempercepat penanganan berbagai kebutuhan masyarakat.












