Menurut Agustina, TMMD memiliki kedekatan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat karena pembangunan yang dilakukan menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga.
“TMMD memiliki makna yang dekat dengan kehidupan warga. Pembangunan yang dilakukan berfokus pada kebutuhan mendasar yang dampaknya langsung dirasakan oleh keluarga,” ujarnya.
Dandim 0733/Kota Semarang melalui Kepala Staf Kodim Yohanes Heru Wibowo mengatakan, pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Program tersebut menjadi bagian dari sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman.
Selama pelaksanaan TMMD di Sawah Besar, sejumlah pekerjaan fisik maupun nonfisik telah diselesaikan.
Di antaranya peninggian jalan dan talud di kawasan Dempel Barat sepanjang 200 meter, penyiapan tandon air bersih, serta rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang mendapat dukungan dari Baznas Kota Semarang.












