Salah satu yang dikaji adalah kemungkinan pemanfaatan aset untuk membangun kolam-kolam retensi yang dapat saling terkoneksi dalam satu sistem pengendalian banjir.
“Penanganan banjir harus dilakukan dari hulu hingga hilir dengan perencanaan yang matang dan melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agustina, keberhasilan sistem pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta merawat fasilitas yang telah dibangun juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir.
Ia pun mengajak masyarakat Sawah Besar untuk terus menjaga hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui program TMMD.
“Gotong royong antara TNI, pemerintah, dan warga terbukti mampu menghadirkan perubahan yang nyata. Saya titip agar jalan, talud, tandon air, dan rumah yang sudah diperbaiki ini kita rawat bersama,” pungkasnya.***












