“Begitu pula ketika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, pemerintah harus hadir membantu dan meringankan bebannya,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 anak menerima bantuan berupa uang saku, paket sembako, dan buku Iqra’.
Bantuan disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Semarang bersama Yayasan Al Fatihah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Menurut Agustina, perhatian kepada anak-anak yatim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk investasi sosial untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas.
Ia menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, memperoleh pendidikan, dan meraih cita-cita tanpa memandang latar belakang kehidupan yang mereka alami.
“Kita ingin anak-anak ini tetap percaya bahwa masa depan mereka cerah. Tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat, adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik,” jelasnya.












