Tingginya curah hujan membuat debit air dari kawasan perbukitan meningkat tajam dan mengalir menuju Sungai Silandak.
Akibatnya, kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air kiriman dari kawasan hulu hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.
“Air kiriman dari kawasan hulu menyebabkan volume Sungai Silandak melampaui kapasitasnya sehingga meluap ke permukiman warga,” katanya.
Di sejumlah titik, tinggi genangan dilaporkan mencapai satu hingga dua meter.
Arus air yang deras juga membawa lumpur dan material lain yang merusak infrastruktur lingkungan, termasuk ruas jalan kampung di kawasan Purwoyoso, tepatnya di Jalan Sriyatno.
“Luapan air yang sangat deras membawa lumpur dan material lainnya sehingga menyebabkan kerusakan di sejumlah infrastruktur lingkungan,” jelasnya.
Menurut Agustina, persoalan banjir di Kota Semarang dipengaruhi berbagai faktor.












