Komitmen Pemerintah Kota Semarang terhadap pelestarian sejarah juga diwujudkan melalui dua langkah konkret yang dilaksanakan bersamaan dengan seminar tersebut.
Pertama, penyerahan artefak dan arsip peradaban maritim koleksi Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan, M.CP., kepada Pemerintah Kota Semarang.
Kedua, repatriasi arsip surat kabar Semarang periode 1858–1942 dari Rumah Sejarah Medan kepada Pemerintah Kota Semarang.
Pengembalian arsip tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun kembali memori kolektif Kota Semarang sekaligus memperkuat fondasi pengembangan Semarang City Archive.
Bagi Pemerintah Kota Semarang, pembangunan kota tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang modern dan kawasan yang tertata, tetapi juga memastikan identitas sejarah tetap hidup di tengah masyarakat.
Melalui pelestarian heritage dan penguatan arsip sejarah, Semarang diharapkan semakin kokoh sebagai kota maritim yang berbudaya, berdaya saing, dan menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan warisan sejarah perkotaan.***












