Perjuangan berlanjut ketika memasuki bangku kuliah. Demi membiayai pendidikan secara mandiri, Kalim merantau ke Semarang dan bekerja di berbagai sektor.
Kalim pernah menjadi buruh pabrik di kawasan Demak dan Semarang, serta bekerja sebagai pramuniaga di salah satu jaringan minimarket nasional selama sekitar satu setengah tahun.
Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap melanjutkan studi di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Semarang (USM).
Kondisi keuangan yang tidak selalu stabil membuatnya beberapa kali harus mengambil cuti kuliah. Namun, keadaan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkembang.
Bahkan, pada usia 23 tahun, Kalim mulai merintis usaha kuliner ayam geprek dan tahu mercon yang sempat berkembang hingga memiliki dua cabang.
Usaha tahu mercon yang dibangunnya sejak tahun 2018 masih bertahan hingga saat ini. Selain itu, ia juga mengelola usaha dekorasi balon dan buket bunga.












