Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan variasi olahan pangan lokal, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di rumah sebagai peluang usaha.
“Kami ingin menunjukkan bahwa jajanan tradisional seperti klepon bisa naik kelas. Dengan sedikit kreativitas menggunakan ubi ungu, tampilannya menjadi lebih kekinian, rasanya lebih legit, dan yang terpenting memiliki nilai jual lebih tinggi untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari pemilihan ubi ungu berkualitas, teknik pengukusan, proses penghalusan agar menghasilkan adonan yang lembut, hingga cara membungkus gula merah agar tidak bocor saat direbus.
Selain itu, mahasiswa KKN-PPM USM juga memberikan materi mengenai teknik pengemasan (packaging) yang menarik sebagai bekal pemasaran produk, termasuk pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan penjualan.












