“Badan promosi daerah diamanahkan di sana. Kami mengusulkan agar dimasukkan sebagai salah satu elemen untuk menambah cakupan pengembangan pariwisata sehingga Disbudpar tidak bekerja sendiri, tetapi mendapat masukan dan rekomendasi terkait prospek kemajuan pariwisata Kota Semarang,” ujar Gus Wahid.
Selain pembentukan badan promosi, Gus Wahid juga mengusulkan agar penyusunan dan pelaksanaan RIPPARDA melibatkan seluruh perguruan tinggi di Kota Semarang yang memiliki program studi kepariwisataan.
Menurutnya, kolaborasi tidak hanya terbatas pada Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), maupun Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
Ia menilai sejumlah perguruan tinggi lain seperti Universitas Stikubank (Unisbank), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Semarang (USM), hingga STIEPARI juga memiliki kompetensi dan sumber daya yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata di Kota Semarang.












