Visi USM, lanjutnya, adalah mencetak insan yang profesional, beradab, dan berke-Indonesiaan.
“Ini saat yang tepat untuk bertanya, sudahkah kita menjadi Kartini modern yang memiliki kedalaman budi pekerti,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa sosok Raden Ajeng Kartini merupakan teladan yang mengajarkan keseimbangan antara kecerdasan dan kelembutan hati.
Bagi mahasiswa, kata Prof Kesi, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati orang tua, menjaga etika di kampus, hingga menerapkan unggah-ungguh dalam bermasyarakat.
Menurutnya, tantangan di era modern adalah menjaga identitas ke-Indonesiaan di tengah derasnya arus teknologi.
Ia mengingatkan agar kecanggihan digital tidak menghilangkan etika, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
“Perempuan adalah penjaga budaya. Di tangan perempuan, etika dan adat istiadat tetap terjaga. Di dunia kerja, tunjukkan bahwa lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki sikap dan etika,” ungkapnya.












