Ia menilai modernitas memang menawarkan berbagai kemudahan, namun juga memunculkan persoalan baru seperti menurunnya empati sosial, budaya konsumtif, serta meningkatnya polarisasi akibat penggunaan media sosial yang tidak sehat.
Menurutnya, algoritma media sosial sering kali menciptakan ruang gema (echo chamber) yang memperkuat kelompok tertentu dan memperbesar konflik akibat perbedaan pandangan.
Karena itu, setiap sila dalam Pancasila perlu dimaknai secara kontekstual agar mampu menjawab tantangan generasi masa kini.
Sila pertama, lanjutnya, dapat menjadi landasan spiritual yang memperkuat kesehatan mental dan kesadaran moral di tengah kehidupan yang semakin materialistis.
Sementara sila kedua menjadi pengingat pentingnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia di era kecerdasan buatan (artificial intelligence).












