Menurutnya, modernitas bukanlah ancaman yang harus ditolak, melainkan realitas yang harus dihadapi dengan kesiapan moral dan karakter kebangsaan yang kuat.
Ia optimistis Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi untuk mencapai kemajuan apabila generasi mudanya tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
“Ketika generasi muda menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu bersaing secara global, tetapi tetap menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, maka Pancasila benar-benar telah membumi dalam kehidupan bangsa,” katanya.***(bgy)












