Menurutnya, pembelajaran berbasis projek memberikan pengalaman yang lebih utuh kepada murid. Mereka tidak hanya menerima teori dari tutor, tetapi juga menjalani berbagai tahapan, mulai dari memahami cerita, mempersiapkan karakter, berlatih dialog, membangun kerja sama, hingga tampil di depan masyarakat.
Proses tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman belajar yang tidak berhenti pada penguasaan materi.
Pendekatan itu juga sejalan dengan konsep Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang meaningful atau bermakna, mindful atau berkesadaran, serta joyful atau menggembirakan.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran tidak semata-mata dipandang sebagai proses transfer pengetahuan.
Lebih dari itu, pembelajaran juga menjadi sarana untuk mentransfer nilai dan pengalaman yang dapat direfleksikan serta diinternalisasi murid dalam kehidupan sehari-hari.












