Ia mengaku merasakan berbagai emosi ketika harus tampil di atas panggung. Perasaan senang dan bangga bercampur dengan rasa gugup karena harus berhadapan langsung dengan penonton.
“Senang dan bangga, tapi juga campur deg-degan. Semuanya jadi satu dan kita dapat pelajaran bersama,” kata Alifan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan kesetaraan yang fleksibel dan adaptif. Melalui pembelajaran berbasis projek, murid memiliki kesempatan untuk belajar dengan cara yang lebih beragam sesuai karakter, kebutuhan, serta kemampuan masing-masing.
Dinilai Relevan dengan Konsep Deep Learning
Praktisi pendidikan sekaligus CEO Karir Anak Indonesia, Faizal Kamal, menilai model pembelajaran melalui projek seperti pementasan drama relevan dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam dalam pendidikan.
Menurutnya, murid pada era saat ini tidak cukup hanya menghafalkan materi pembelajaran. Mereka juga perlu mendapatkan ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan dan nilai yang diperoleh ke dalam kehidupan nyata.












