BeritaRegional

Murid Piwulang Becik Semarang Belajar Nilai Kehidupan Lewat Pementasan Cerita Malin Kundang

44
×

Murid Piwulang Becik Semarang Belajar Nilai Kehidupan Lewat Pementasan Cerita Malin Kundang

Sebarkan artikel ini

“Ruang belajar saat ini sudah tidak terbatas di dalam kelas saja, tetapi juga di ruang sosial yang nyata dan membutuhkan eksistensi penuh anak sebagai individu sebagai entitas sosial,” ujar Faizal.

Ia menilai model pembelajaran yang sebelumnya kerap dianggap eksperimental kini semakin relevan diterapkan kepada generasi Alfa.

Generasi tersebut tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan lingkungan digital sehingga membutuhkan pola pembelajaran yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata.

Pembelajaran berbasis pengalaman, menurutnya, dapat menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Lurah Tinjomoyo Apresiasi Pesan Moral

Pementasan Malin Kundang juga mendapat apresiasi dari Lurah Tinjomoyo, Suratmin. Ia menilai cerita yang dibawakan para murid memiliki pesan yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.