SEMARANG, (Repronews.id) – Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjelma sebagai ruang publik yang memperkuat semangat nasionalisme melalui pendekatan budaya yang inklusif.
Sejak awal pelaksanaan, perhatian masyarakat tertuju pada bentangan bendera Merah Putih sepanjang kurang lebih 100 meter yang diarak oleh ratusan anak muda dari berbagai komunitas.
Visual tersebut tidak hanya menghadirkan kemegahan, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman.
Karnaval yang menempuh rute dari kawasan Kota Lama hingga berakhir di halaman Balai Kota Semarang ini melibatkan ribuan peserta dan disaksikan masyarakat luas.
Kehadirannya menciptakan momentum kebersamaan yang hidup di ruang kota.
Yunike, perwakilan komunitas History Maker, mengatakan bahwa simbol kebangsaan dalam perayaan Paskah merupakan pesan yang sengaja dihadirkan, khususnya bagi generasi muda.












