“Walaupun ini perayaan Paskah, kita tetap tidak bisa lepas dari semangat kebangsaan Indonesia. Bendera ini melambangkan bahwa kita berbeda-beda budaya dan agama, tetapi tetap satu,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan anak muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan di tengah arus perubahan zaman.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dirawat agar generasi muda tidak melupakan budaya dan nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Melalui perpaduan ekspresi budaya, partisipasi generasi muda, dan simbol kebangsaan, Karnaval Paskah Semarang menunjukkan bahwa nasionalisme tidak selalu hadir dalam bentuk formal.
Nilai tersebut dapat tumbuh secara alami melalui interaksi sosial di tengah masyarakat.
Di tengah perubahan yang kian cepat, karnaval ini menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan merawat perbedaan.












