Ia menambahkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan tim BKSDA Jawa Tengah bersama dokter hewan menjadi acuan resmi dalam penanganan peristiwa tersebut.
Pemerintah Kota Semarang, lanjut Handi, juga berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola pengelolaan satwa di Semarang Zoo.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan satwa, mulai dari pemantauan kesehatan, peningkatan fasilitas, penguatan pengawasan, hingga aspek animal welfare,” ujarnya.
“Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memastikan Semarang Zoo dikelola sesuai standar yang ditetapkan dan terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Bagi Pemerintah Kota Semarang, peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengelolaan satwa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan konservasi dan edukasi kepada masyarakat.












