Produksi lele yang dikembangkan kini bahkan mampu memenuhi kebutuhan sejumlah warung makan di sekitar lokasi.
Pengembangan berikutnya dilakukan melalui peternakan ayam KUB. Jenis ayam tersebut dikenal relatif lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki produktivitas telur yang cukup tinggi.
“Kalau ayam biasa rata-rata hanya bisa bertelur sekitar 100 butir per tahun, ayam KUB bisa mencapai sekitar 160 butir per tahun,” jelas Dharant.
Menariknya, limbah dari peternakan tidak kemudian menjadi persoalan baru. Kotoran ayam dimanfaatkan kembali sebagai bahan pupuk, baik untuk pembuatan kompos maupun pupuk cair yang digunakan dalam kegiatan urban farming.
Bahkan, pupuk hasil pengolahan tersebut kini sudah memiliki nilai jual dan menjadi salah satu sumber pemasukan bagi Omah Keboen.
Sistem terintegrasi itu juga diperkuat dengan budidaya maggot. Larva tersebut dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele maupun campuran pakan ayam KUB.












