Menurutnya, keberhasilan Omah Keboen menunjukkan bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan kegiatan produktif.
Dengan kreativitas dan kolaborasi masyarakat, sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Tak heran jika kemudian Omah Keboen dinobatkan sebagai bank sampah terbaik tingkat Kota Semarang 2026.
Ke depan, keberadaannya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi warga Wonodri, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi masyarakat dari wilayah lain yang ingin mengembangkan konsep serupa.
Dari sampah yang dikumpulkan, tanaman yang ditanam, ikan yang dibudidayakan, hingga ayam dan maggot yang diternakkan, Omah Keboen menunjukkan bahwa lingkungan dan ekonomi dapat berjalan beriringan.
Sebuah langkah kecil dari tengah kota yang perlahan tumbuh menjadi contoh bagaimana pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi sistem pertanian terintegrasi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.***












