Dengan pola tersebut, berbagai kegiatan di Omah Keboen saling berkaitan. Sampah memiliki nilai ekonomi, limbah peternakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sementara hasil pertanian, perikanan dan peternakan dapat kembali memberikan pemasukan.
Dari berbagai aktivitas tersebut, Omah Keboen kini mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan.
Sumbernya berasal dari penjualan sampah, ikan lele, pupuk hingga telur ayam.
Meski nominal tersebut belum tergolong besar, bagi pengelola Omah Keboen, keberadaan bank sampah bukan semata-mata mengejar keuntungan.
Yang lebih penting adalah membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan tambahan penghasilan sekaligus membangun kesadaran mengelola lingkungan.
Ke depan, pengelola juga telah menyiapkan sejumlah target pengembangan.
Salah satunya membeli mesin pemanas untuk mengepres tutup botol air kemasan sehingga dapat diolah menjadi bahan kerajinan.












