“Bagi saya, ketahanan pangan bukan sekadar memastikan makanan tersedia. Ketahanan pangan adalah memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman, sehat, berkualitas, dan terjangkau setiap saat. Karena itu, isu pangan menjadi salah satu prioritas yang terus kami perkuat di Kota Semarang,” ujar Agustina.
Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan dan keamanan pangan merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup, menurutnya, belum tentu memberikan manfaat apabila kualitas dan keamanannya tidak terjamin.
Sebaliknya, pangan yang aman akan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Agustina mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama membangun budaya pangan aman sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Semarang.












