Menurutnya, tantangan sektor pangan saat ini semakin kompleks. Perubahan iklim, kelancaran distribusi, fluktuasi harga, hingga potensi cemaran pangan menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan secara kolaboratif lintas sektor.
“Karena itu, kita membutuhkan kerja sama semua pihak agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pangan yang cukup, tetapi juga aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Pemkot Semarang terus mengembangkan berbagai program inovatif untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Beberapa di antaranya melalui Program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman), Kempling Semar, serta layanan pengujian pangan keliling yang bertujuan memastikan kualitas pangan tetap terjaga hingga ke masyarakat.
Agustina menegaskan, pembangunan ketahanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga distribusi kepada masyarakat.












