“Sekarang zamannya online. Banyak yang meninggalkan Pasar Johar karena berjualan secara online. Karena itu pasar harus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.
Agustina menilai kawasan New PM memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang yang lebih kreatif.
Selain sebagai pusat perdagangan, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan kegiatan seni budaya, pelatihan, hingga menjadi sentra kuliner khas Kota Semarang.
Ia juga mengungkapkan rencana memanfaatkan area kosong di bagian atas bangunan sebagai etalase produk UMKM yang akan diisi secara bergantian oleh para pelaku usaha.
“Yang kosong di ujung sana akan saya jadikan etalase berkala. Bisa gantian setiap minggu. Teman-teman pedagang di sini juga bisa ikut. Pelatihan juga bisa dilakukan di sini, jadi tidak perlu ke hotel,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Semarang juga tengah mengkaji konsep menghadirkan pusat kuliner yang menghimpun berbagai makanan khas Semarang di kawasan New PM.












