“Bagi saya sebagai Wali Kota, saya berkomitmen bahwa bullying tidak boleh ada di mana pun karena dampaknya sangat membekas. Jika anak-anak setuju, mari kita buat forum anti-bullying di sekolah masing-masing,” tegasnya.
Komitmen Pemerintah Kota Semarang tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, Arie Rukmantara. Dalam kesempatan yang sama, UNICEF menetapkan Kota Semarang sebagai tuan rumah program penguatan keterampilan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) bagi remaja putri.
Arie menilai penyelenggaraan Konferensi Anak menjadi bukti nyata bahwa Kota Semarang tidak sekadar mengejar predikat Kota Layak Anak, tetapi benar-benar melibatkan anak dalam proses pembangunan.
“Kota Semarang akan jadi tuan rumah program transisi pembahasan science, technology, engineering, and math dari UNICEF. Kami mengapresiasi komitmen Kota Semarang untuk membuat konferensi ini karena benar-benar menunjukkan Kota Layak Anak utama yang membangun kotanya bersama anak-anak,” ungkap Arie.












