Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan keselamatan, pemulihan, dan masa depan korban menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Semarang.
“Ibu Wali Kota memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini. Keselamatan, pemulihan, dan masa depan anak menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan secara menyeluruh,” ujar Ahsan, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, keluarga korban, serta sejumlah pihak terkait untuk mendalami kronologi kejadian.
Selain itu, korban juga mendapatkan pendampingan psikologis melalui Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) agar proses pemulihan mental dapat berjalan secara optimal.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Dinas Pendidikan telah melakukan visitasi ke rumah korban dan berkoordinasi erat dengan pihak sekolah,” jelasnya.












